Beranda/Artikel/Sejarah Pompa ASI: Dari Alat Manual Kuno hingga Pompa Elektrik Modern

Jual pompa asi mom uungMenyusui & ASI

Sejarah Pompa ASI: Dari Alat Manual Kuno hingga Pompa Elektrik Modern

11 Menit Baca 09 November 2025Ditulis oleh Mom Uung

Sejarah Pompa ASI: Dari Alat Manual Kuno hingga Pompa Elektrik Modern

Pompa ASI modern terlihat seperti produk teknologi masa kini, tetapi sejarah pompa ASI sebenarnya sudah berlangsung sangat panjang. Jauh sebelum hadirnya motor elektrik, baterai isi ulang, double pumping, atau mode stimulasi dan ekspresi, manusia sudah mencari cara untuk membantu mengeluarkan ASI ketika menyusui langsung sulit dilakukan.

Bentuk alatnya berubah mengikuti perkembangan bahan, pengetahuan tentang laktasi, kebersihan, hingga kebutuhan sosial ibu menyusui. Dari wadah keramik dan kaca, pompa berbentuk pipa, perangkat dengan bola karet, mesin besar di rumah sakit, sampai pompa elektrik portabel—setiap generasi mencoba menjawab masalah yang sama: bagaimana membantu ibu mengeluarkan ASI dengan lebih aman, nyaman, dan praktis.

Artikel ini merupakan versi yang dikembangkan dan diverifikasi dari materi Mom Uung berjudul “Sejarah Pompa ASI dan Evolusinya: Dari Manual Hingga Elektrik Dual Mode”. Inti pembahasan mengenai perjalanan pompa manual menuju elektrik dan fitur modern tetap dipertahankan, tetapi timeline sejarah dan klaim teknis diperjelas dengan sumber sejarah medis.

Sejak kapan manusia menggunakan alat untuk memerah ASI?

Alat untuk membantu mengeluarkan ASI sudah digunakan sejak zaman kuno, jauh sebelum pompa modern ditemukan. Literatur sejarah medis mencatat penggunaan wadah keramik di Yunani kuno dan perangkat kaca pada masa Romawi. Bentuknya kemudian terus berubah mengikuti bahan dan pengetahuan medis yang tersedia.

Tinjauan sejarah yang dipublikasikan dalam Journal of Perinatal Medicine menjelaskan bahwa orang Yunani kuno menggunakan wadah keramik jenis guttus untuk mengeluarkan ASI sekaligus memberi makan bayi. Bangsa Romawi kemudian menggunakan perangkat kaca yang membantu menarik puting atau mengeluarkan ASI: Guttus, tiralatte and téterelle: a history of breast pumps.

Artinya, ide dasar pompa ASI bukan hasil satu penemuan tunggal. Teknologi ini berkembang bertahap selama berabad-abad.

Jual pompa asi mom uung

1. Zaman kuno: wadah keramik dan kaca menjadi pendahulu pompa ASI

Pada zaman Yunani dan Romawi, belum ada pompa dengan tuas atau motor seperti sekarang. Yang digunakan adalah wadah dengan bentuk tertentu yang memanfaatkan hisapan untuk membantu mengeluarkan cairan dari payudara.

Desainnya sangat sederhana dan tidak selalu nyaman. Pengetahuan tentang kebersihan, bakteri, anatomi payudara, maupun fisiologi laktasi juga masih terbatas.

Meski demikian, periode ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk mengeluarkan ASI tanpa menyusui langsung sudah muncul sejak ribuan tahun lalu.

2. Abad ke-16 hingga 18: muncul breast pipe dan sistem hisap manual

Pada Eropa abad pertengahan akhir hingga awal modern, alat berbentuk pipa kaca mulai digunakan. Salah satu bentuknya sering disebut breast pipe.

Menurut kajian sejarah yang dirangkum Smithsonian, alat semacam ini memiliki bagian yang ditempelkan ke payudara dan pipa yang dapat dihisap oleh ibu sendiri untuk menghasilkan tekanan negatif.

Pada abad ke-18, perkembangan material termasuk karet memunculkan desain yang kemudian menyerupai “klakson sepeda”—corong payudara yang terhubung dengan bola karet.

Beberapa desain bertahan sangat lama, bahkan sampai abad ke-20.

Namun, standar kenyamanan saat itu jelas jauh berbeda dengan sekarang. Banyak alat bekerja dengan hisapan yang sulit dikontrol, sulit dibersihkan, dan belum dirancang berdasarkan pemahaman fisiologi menyusui modern.

3. Abad ke-19: mekanisasi mulai masuk ke teknologi pompa ASI

Revolusi industri ikut mendorong eksperimen dalam berbagai alat medis, termasuk pompa ASI.

Pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19 mulai muncul pompa yang menggunakan piston, katup, tabung, dan komponen mekanik lainnya.

Smithsonian mencatat paten pompa ASI di Amerika Serikat sudah muncul pada pertengahan abad ke-19. Salah satu tonggak yang sering disebut adalah paten Amerika pada 1854.

Di periode ini, pompa mulai terlihat lebih mirip perangkat mekanik dibanding wadah pasif.

Namun, masalahnya masih banyak:

  • sulit dibersihkan;

  • suction sulit dikontrol;

  • kurang nyaman;

  • desain belum memperhitungkan variasi bentuk payudara dan puting;

  • dan sebagian alat digunakan terutama untuk tujuan medis tertentu.

4. Penemuan bakteri mengubah desain pompa ASI

Salah satu perubahan penting dalam sejarah pompa bukan datang dari teknologi motor, melainkan dari berkembangnya ilmu mikrobiologi.

Kajian sejarah medis menyebut bahwa setelah peran bakteri patogen semakin dipahami pada akhir abad ke-19, kemudahan membersihkan pompa menjadi faktor desain yang semakin penting.

Hal ini sangat relevan karena ASI merupakan cairan biologis yang diberikan kepada bayi. Komponen yang menyentuh ASI perlu dapat dibersihkan dan, sesuai kondisi, disanitasi dengan baik.

Prinsip tersebut masih berlaku hingga pompa modern: desain yang terlalu rumit dan sulit dibongkar bisa membuat proses pembersihan lebih merepotkan.

5. Awal abad ke-20: pompa elektrik mulai digunakan di rumah sakit

Pompa elektrik bukan inovasi yang baru muncul pada 1990-an.

Sumber sejarah medis menunjukkan bahwa pompa bertenaga listrik mulai dikembangkan pada awal abad ke-20, terutama untuk penggunaan rumah sakit.

Perangkat pada masa itu berukuran besar, berat, dan tidak praktis dibawa pulang. Beberapa menggunakan motor yang menghasilkan suction secara terus-menerus sehingga pengalaman pumping dapat terasa sangat berbeda dari pompa modern.

Di rumah sakit, alat ini berguna ketika bayi belum bisa menyusu langsung atau ketika tenaga medis perlu membantu pengeluaran ASI.

Namun, penggunaannya masih jauh dari fleksibel.

6. Pertengahan abad ke-20: desain mulai meniru fisiologi menyusui

Perkembangan berikutnya bukan sekadar membuat motor lebih kuat, tetapi memahami bahwa hisapan bayi tidak bersifat konstan.

Pada pertengahan abad ke-20, engineer dan tenaga medis mulai mengembangkan pompa yang lebih memperhatikan pola suction dan pelepasan tekanan.

Salah satu tokoh penting dalam literatur sejarah adalah engineer Swedia Einar Egnell, yang mengembangkan sistem pompa dengan pendekatan lebih ilmiah terhadap tekanan, ritme, dan keamanan jaringan payudara.

Konsep bahwa pompa sebaiknya meniru pola mekanis menyusu secara lebih fisiologis kemudian menjadi fondasi banyak pompa elektrik modern.

7. Pompa manual menjadi lebih praktis untuk penggunaan rumah

Walaupun mesin elektrik tersedia di rumah sakit, banyak ibu tetap membutuhkan alat yang kecil dan mudah digunakan di rumah.

Pompa manual berkembang menjadi lebih sederhana, ringan, dan menggunakan pegangan atau tuas yang dapat ditekan dengan tangan.

Model seperti ini memiliki beberapa keunggulan yang tetap relevan hingga sekarang:

  • tidak membutuhkan listrik;

  • ringan;

  • mudah dibawa;

  • lebih sedikit komponen;

  • dan relatif terjangkau.

Karena itu, pompa manual tidak benar-benar “digantikan” oleh pompa elektrik. Sampai sekarang keduanya masih memiliki fungsi masing-masing.

Bunda yang hanya pumping sesekali mungkin cukup menggunakan manual, sementara ibu yang pumping rutin beberapa kali sehari sering membutuhkan efisiensi yang lebih tinggi.

8. 1980-an–1990-an: pompa elektrik portabel mengubah rutinitas pumping

Salah satu perubahan terbesar terjadi ketika pompa elektrik mulai dibuat lebih kecil, ringan, dan praktis untuk penggunaan personal.

Smithsonian mencatat perkembangan pompa portabel semakin cepat pada akhir 1980-an. Pada 1990-an, double electric breast pump semakin banyak dipasarkan untuk ibu aktif dan ibu bekerja.

Ini merupakan perubahan besar.

Sebelumnya, ibu mungkin harus memilih antara pompa manual yang kurang efisien untuk penggunaan intensif atau pompa elektrik besar yang lebih identik dengan fasilitas kesehatan.

Pompa elektrik portabel membuat pumping menjadi lebih memungkinkan dilakukan:

  • di kantor;

  • di rumah;

  • saat bepergian;

  • dan beberapa kali dalam satu hari.

Perubahan sosial juga ikut berperan. Semakin banyak ibu kembali bekerja setelah melahirkan, sehingga kebutuhan untuk menyediakan ASI perah meningkat.

9. Double pumping membuat proses memerah lebih efisien

Double electric pump memungkinkan kedua payudara dipompa pada waktu yang sama.

Secara praktis, fitur ini dapat mengurangi total waktu pumping dibanding memompa payudara satu per satu.

Teknologi ini menjadi sangat relevan bagi ibu yang:

  • pumping beberapa kali sehari;

  • kembali bekerja;

  • exclusively pumping;

  • atau perlu membangun dan mempertahankan suplai dalam kondisi tertentu.

Namun, keunggulan double pump tetap bergantung pada fitting flange, kenyamanan suction, kondisi komponen, dan kemampuan pompa mengeluarkan ASI secara efektif.

Bunda dapat membaca panduan memilih pompa ASI, jenis, cara kerja, dan flange untuk pertimbangan yang lebih praktis.

10. Dari satu ritme ke mode stimulasi dan ekspresi

Banyak pompa elektrik modern menggunakan pola yang sering dibagi menjadi dua tahap.

Mode stimulasi biasanya menggunakan siklus lebih cepat dan suction yang relatif ringan untuk membantu memicu refleks pengeluaran ASI atau let-down.

Setelah ASI mulai mengalir, mode ekspresi menggunakan ritme yang berbeda untuk membantu mengeluarkan ASI.

Artikel sumber Mom Uung menyebut kombinasi ini sebagai dual mode—stimulasi dan ekspresi—yang dirancang menyerupai perubahan pola hisapan bayi.

Konsep tersebut memang umum digunakan pada pompa modern, tetapi tidak berarti setiap pompa dual mode pasti menghasilkan lebih banyak ASI.

Efektivitas tetap dipengaruhi oleh:

  • ukuran flange;

  • kenyamanan;

  • tingkat suction;

  • kondisi pompa;

  • refleks let-down;

  • serta pola pumping.

11. Wearable pump dan era pumping hands-free

Perkembangan terbaru bergerak menuju pompa yang semakin kecil dan dapat dikenakan di dalam bra.

Wearable breast pump memungkinkan Bunda bergerak lebih bebas saat pumping dan mengurangi kebutuhan duduk terus-menerus di dekat unit motor.

Kajian teknologi ekspresi ASI tahun 2022 mencatat bahwa mobile pumps dapat membantu ibu yang sulit tetap diam selama sesi pumping: Human Milk-Expression Technologies: A Primer for Obstetricians.

Namun, wearable tidak otomatis lebih efektif.

Karena posisi motor dan wadah menjadi satu unit, fitting sangat penting. Pada sebagian ibu, pompa tradisional double electric masih dapat memberikan pengalaman yang lebih konsisten.

Manual vs elektrik: apakah teknologi baru selalu lebih baik?

Tidak.

Perkembangan teknologi membuat lebih banyak pilihan tersedia, tetapi pompa terbaik tetap tergantung pada kebutuhan.

Aspek

Pompa Manual

Pompa Elektrik

Sumber tenaga

Tangan

Motor listrik/baterai

Portabilitas

Sangat ringan

Bervariasi menurut model

Pumping rutin

Bisa melelahkan

Umumnya lebih praktis

Kontrol ritme

Dikontrol tangan

Diatur motor/program

Double pumping

Umumnya tidak

Tersedia pada banyak model

Biaya

Biasanya lebih rendah

Biasanya lebih tinggi

Ibu yang menyusui langsung hampir sepanjang waktu bisa merasa manual sudah cukup. Sebaliknya, ibu bekerja yang pumping berulang mungkin lebih terbantu dengan elektrik.

Apa arti istilah “hospital grade” pada pompa ASI?

Istilah hospital grade sering digunakan dalam pemasaran pompa ASI, termasuk pada artikel sumber Mom Uung.

Namun, istilah tersebut sebaiknya tidak dipahami sebagai satu standar medis universal yang berlaku identik untuk semua merek.

Dalam praktiknya, lebih berguna melihat spesifikasi konkret:

  • apakah pompa dirancang single-user atau multi-user;

  • open system atau closed system;

  • rentang suction dan cycle;

  • kemudahan disinfeksi;

  • ketersediaan kit personal;

  • serta rekomendasi produsen.

Kajian teknologi pompa ASI juga membedakan closed system yang dapat dirancang untuk multi-user dengan sistem single-user yang tidak dapat disterilkan seluruh bagiannya.

Jadi, jangan menggunakan label “hospital grade” sebagai satu-satunya alasan memilih pompa.

Bagaimana evolusi pompa ASI membantu ibu masa kini?

Perkembangan pompa memberi pilihan yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya.

Manfaat praktisnya antara lain:

  • pumping lebih mudah dilakukan saat ibu bekerja;

  • double pumping dapat menghemat waktu;

  • suction bisa disesuaikan dengan kenyamanan;

  • alat semakin kecil dan portabel;

  • pilihan flange lebih beragam;

  • dan sistem tertutup dapat mempermudah aspek kebersihan.

Namun, pompa bukan pengganti kemampuan bayi menyusu atau konsultasi laktasi.

Jika bayi sulit menyusu, pertumbuhan tidak sesuai harapan, atau pumping selalu terasa sakit, alat yang lebih canggih belum tentu menyelesaikan penyebabnya.

Bagaimana posisi Pompa ASI Mom Uung dalam evolusi ini?

Artikel sumber memperkenalkan Pompa ASI Mom Uung sebagai salah satu contoh pompa elektrik modern dengan fitur seperti mode stimulasi dan ekspresi, motor dengan suara rendah, serta garansi produk.

Fitur tersebut relevan untuk dipertimbangkan bila Bunda memang mencari pompa elektrik.

Namun, saat memilih produk, bandingkan juga:

  • ukuran flange;

  • rentang suction;

  • single atau double pumping;

  • ketersediaan spare part;

  • cara membersihkan;

  • portabilitas;

  • dan kecocokan dengan frekuensi penggunaan.

Klaim seperti “pengosongan maksimal” atau “mencegah sumbatan ASI” tidak dapat dijamin oleh pompa saja. Pengosongan dipengaruhi fitting, respons tubuh, teknik pumping, serta kondisi laktasi Bunda.

Apakah pompa modern dapat menjaga produksi ASI?

Pompa dapat membantu mempertahankan stimulasi ketika Bunda tidak dapat menyusui langsung.

Namun, alat bukan penyebab produksi itu sendiri.

Prinsip dasarnya tetap pengeluaran ASI secara cukup sering dan efektif. Bila sesi menyusui terlewat, pumping dapat membantu menggantikan stimulasi tersebut.

Karena itu, sejarah teknologi pompa akhirnya kembali pada prinsip yang sangat sederhana: perangkat semakin canggih, tetapi keberhasilan pumping tetap bergantung pada fisiologi laktasi.

FAQ tentang sejarah dan evolusi pompa ASI

Kapan pompa ASI pertama kali ditemukan?

Tidak ada satu tanggal tunggal karena alat untuk mengekspresikan ASI sudah digunakan sejak zaman kuno. Perangkat yang lebih mekanis dan dipatenkan berkembang pada abad ke-18 dan ke-19.

Apakah pompa elektrik baru muncul pada 1990-an?

Tidak. Pompa elektrik untuk penggunaan rumah sakit sudah dikembangkan sejak awal abad ke-20. Yang berkembang pesat pada akhir 1980-an dan 1990-an adalah pompa elektrik portabel untuk penggunaan personal, termasuk double electric pump.

Apa beda pompa manual dan elektrik?

Pompa manual menggunakan tenaga tangan untuk menghasilkan suction, sementara pompa elektrik menggunakan motor. Manual lebih sederhana dan ringan, sedangkan elektrik biasanya lebih praktis untuk penggunaan rutin.

Apa itu dual mode pada pompa ASI?

Dual mode biasanya mengacu pada mode stimulasi dan ekspresi. Mode stimulasi menggunakan pola lebih cepat untuk membantu memicu let-down, sedangkan mode ekspresi digunakan ketika ASI sudah mulai mengalir.

Apakah dual mode pasti membuat ASI lebih banyak?

Tidak. Mode pompa dapat membantu proses pumping, tetapi jumlah ASI tetap dipengaruhi frekuensi pengosongan, flange, suplai, respons let-down, dan kondisi ibu.

Apakah pompa hospital grade selalu lebih bagus?

Belum tentu. “Hospital grade” bukan satu standar universal. Perhatikan desain single/multi-user, closed system, rentang suction, kualitas komponen, dan kebutuhan Bunda.

Apakah wearable pump merupakan generasi terbaru pompa ASI?

Wearable atau mobile pump merupakan salah satu perkembangan terbaru yang meningkatkan portabilitas. Namun, pompa tradisional manual dan elektrik tetap digunakan karena setiap ibu memiliki kebutuhan berbeda.

Kesimpulan

Sejarah pompa ASI menunjukkan perjalanan teknologi yang jauh lebih panjang daripada yang sering dibayangkan. Dari wadah keramik dan kaca pada zaman kuno, breast pipe, pompa dengan bola karet, mesin rumah sakit berukuran besar, pompa manual modern, hingga double electric dan wearable pump, setiap inovasi mencoba membuat proses memerah ASI lebih praktis.

Kemajuan terbesar bukan sekadar motor yang lebih kuat, tetapi meningkatnya perhatian pada ritme hisapan, kontrol suction, kebersihan, portabilitas, serta kenyamanan ibu.

Teknologi dual mode yang kini umum digunakan merupakan bagian dari perjalanan tersebut, tetapi fitur pompa tetap perlu dinilai berdasarkan kebutuhan nyata Bunda.

Credit sumber awal: Artikel ini dikembangkan, diverifikasi, dan diperluas dari materi Mom Uung, “Sejarah Pompa ASI dan Evolusinya: Dari Manual Hingga Elektrik Dual Mode”, diterbitkan oleh Mom Uung.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Hubungi Kami
#Pompa ASI#Sejarah Pompa ASI#Pompa ASI Elektrik#Pompa ASI Manual
Share
← Previous ArticlePanduan ASI Eksklusif 6 Bulan: Menyusui, Pumping, dan Menjaga Produksi ASINext Article →Panduan Memilih Pompa ASI Elektrik: Single, Double, Wearable, dan Fitur yang Perlu Dicek

Comments

Memuat komentar...

Artikel Terkait